Jakarta (KABARIN) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah menyiapkan proyeksi teknologi masa depan (future technology forecast) guna mengantisipasi ancaman dan meningkatkan daya saing riset dalam negeri.
"Kami juga sedang mempersiapkan bagaimana kita harus hadir dengan future technology forecast, memproyeksikan teknologi-teknologi masa depan," kata Kepala BRIN Arif Satria dalam kegiatan Kick-off Meeting Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) 2026 di Jakarta, Senin.
Arif menyebutkan proyeksi tersebut bisa menjadi salah satu acuan bagi langkah industrialisasi tanah air di masa mendatang.
Ia mewanti-wanti agar industrialisasi di tanah air tidak dirancang dengan kondisi teknologi pada hari ini, di mana pada lima hingga sepuluh tahun mendatang teknologi tersebut sudah dianggap tidak relevan lagi.
"Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan relevansi kerangka industrialisasi kita ke depan, maka proyeksi teknologi ke depan ini harus benar-benar diidentifikasi dengan cermat," ujarnya menegaskan.
Arif menyebutkan saat ini berbagai teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan (AI) bisa dimanfaatkan untuk melakukan proyeksi teknologi apa saja yang mampu menjadi unggulan pada 2030-2035 mendatang.
"Sehingga, dari saat inilah kita akan bisa persiapkan risetnya, mempersiapkan karakter investasinya, sehingga kita bisa survive, atau industrialisasi kita ini benar-benar memberikan value bagi kemajuan ekonomi kita," ucapnya.
Senada dengan Arif, Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu dalam kesempatan tersebut mengatakan negara membutuhkan stimulus dalam rangka mengoptimalkan kekuatan sumber daya alam tanah air.
Menurut dia, hilirisasi memerlukan penguasaan sains dan teknologi, selain dari pada penanaman modal agar negara bisa lebih mandiri dalam pengelolaan sumber daya alam.
"Dengan adanya forum komunikasi BRIN ini, ke depannya pun kita bisa punya kualitas teknologi yang baik. Sehingga, kita punya kemandirian dalam mengelola sumber daya alam kita. Ujungnya adalah bagaimana investasi di negara kita bisa mempunyai daya saing kompetitif dan kita juga bisa memanfaatkan secara maksimal segala sumber daya alam kita," tutur Todotua Pasaribu.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026